SEMINAR PENGELOLAAN MANAJEMEN NYERI DI BRSUD KAB.TABANAN

Nyeri adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang dihubungkan dengan kerusakan jaringan atau potensial terjadinya kerusakan jaringan (IASP). Sosialisasi Pain dalam Akreditasi KARS di BRSUD Kab. Tabanan, setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau. Menjelaskan kepada pasien dan keluarganya tentang apa yang mereka alami dan rencana penatalaksanaanya. Seminar Manajemen Nyeri yang diadakan pada Hari Jumat, 06 Oktober 2017, di Ruang Pertemuan Lantai 2, BRSUD Kab.Tabanan,  tersebut diikuti oleh dokter umum, dokter spesialis dan paramedis. Dengan para pembicara antara lain dr. David, Sp.AN, dr.Christiani Tjandrakerti, Sp.An dan Ketut Sidia, S.Kep, Ners.

Rumah sakit dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pasiennya. Salah satunya dalam menangani nyeri. Kemampuan rumah sakit dalam mengurangi nyeri yang diderita pasien bahkan telah menjadi salah satu elemen penting dalam penilaian akreditasi. Saat ini banyak pasien dengan keluhan nyeri belum mendapatkan terapi yang tepat terutama pada pasien dengan nyeri kronik. Hal ini terjadi karena pengobatan masih terfokus pada tata laksana tunggal. Rumah sakit membutuhkan pendekatan yang multi disiplin untuk mengatasi nyeri pasien.

Materi yang memaparkan manajemen nyeri dibagi dua, ada yang good pain dan badpain. Hingga ke prosedur penurunan skor nyeri, tahap penyembuhan, dan membuat pasien lebih berkualitas lagi hidupnya.

Para pembicara memaparkan tentang manajemen nyeri pada pasien dewasa maupun anak secara lengkap. Dalam kesempatan itu, peserta terlibat dalam diskusi yang interaktif agar mampu menguasai materi secara utuh dan menerapkan dalam tindakan medis sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *